Sunday, June 13, 2010

SANG PEJALAN JAUH PART 11


Sang Pejalan Jauh

Si Kemayu.

Dia tak sadari kalau aku menangkap profilenya dengan kameraku.

Sebenarnya sudah lama juga menahan perasaan. Sejak masih bau kencur dan malu-malu bila ketahuan suka bocah perempuan. Di usia ketujuh belas aku menyatakan perasaan setelah sekian lama dipendam. Hasilnya hanya senyuman. Tanda diterima? Bukan? Ia menolakku dan menyatakan kalau ia menyukaiku sebagai teman.

Sialan!

Tapi aku tak patah arang. Masih juga berharap dengannya-lah kuhabiskan hidup hingga ajal menjelang.

Lalu perempuan lain datang. Mengisi kesendirian, membuatku melupakan si kemayu. Tapi tak sepenuhnya begitu. Yang lain, yang juga kemayu, tak mampu mengusirnya sepenuhnya ia dari anganku. Tak bisa dibantah bila senyumnya mengawang di angan kurasakan kenyerian yang sulit dilukiskan. Apa itu sebuah kebodohan? Entahlah.

Sekarang di usia yang sudah matang, kuulangi lagi ungkapan perasaan. Apa itu bahasa anak sekarang? Nembak kan? Dan jawabannya kembali senyuman. Ah, jadi gemas. Sungguh, senyuman itu membuatku mulas. Dulu itu saat ia menolakku gayanya juga begitu kan?

Dari matanya aku membaca kata-kata-Aku menyayangimu. Sungguh. Tapi sebagai sahabatku. Tak lebih dari itu.

Hai!

Si Kemayu melambai padaku. Minta difoto bareng sama kawan-kawan SMA kami dulu.

Aku bergegas kesitu. Masih juga kemayu. Dari satu sudut kutangkap kembali profile-nya itu. Anggun ayu dihiasi jilbab ungu. Begitu menonjol dimataku. Sementara yang lain, perempuan-perempuan lain yang juga ayu-ayu mengabur di mataku.

Klik.

Kembali kutangkap senyumnya dengan kameraku. Untuk kenangan. Karena sebentar lagi tak bisa leluasa menikmati senyuman itu. Ia akan jadi milik orang. Dan aku pasti sungkan kalau memandangnya terus-terusan, seperti sekarang.

Ah Tuhan, jangan biarkan perasaan ini terus-menerus datang. Ikhlaskan hatiku menerima kenyataan dan menempatkannya di satu sudut ruang perasaan bernama Persahabatan. Bukan kekasih atau belahan jiwa. Desisku saat kamera menangkap dirinya ditengah keriaan kawan-kawan lama.

“ Jangan lupa di upload ya,” pintanya.

Aku mengangguk mengiyakan. Bersamaan dengan bersiroboknya mataku dengan mata bulat di sudut ruang.


Si Mata Bulat di Sudut Ruang

Sekian lama menunggu. Kurasa tak ada ruang untukku disitu. Di hatinya hanya ada ia.

Tak apa, memang rasa tak bisa dipaksa. Hanya mengikisnya akan membutuhkan usaha ekstra. Lebih baik begitu, ketimbang selalu berharap tak tentu.

“ Tahun depan kita ketemu lagi disini!” seru seorang kawan membuyarkan tatapan dua mata yang tak saling bertautan, milikku dan pelukis cahya.

Semua mengiyakan. Aku juga. Berjanji akan datang tahun depan jika tak ada halangan. Sejurus kemudian pintu keluar dijejali orang yang hendak kembali pulang selepas meluapkan kerinduan pada kawan lama dan kenangannya.

Aku menghela nafas. Menghembuskan ganjalan di hati. Kenangan hanya indah untuk disimpan dan dikenang. Ada baiknya dibiarkan demikian. Begitu juga rasaku padanya, sang pelukis cahya.

“ Sendirian? Ayo kuantar pulang,” tawarnya sewaktu melihatku di depan pagar rumah Vi, tuan rumah reuni kali ini.

Aku menggeleng. Aku bisa pulang sendiri.

“ Sungguh?”

Aku mengiyakan seraya melambai pada tukang becak di ujung jalan. Tak hirau pada tatapan yang sulit diartikan.

Becak datang dan membawaku pulang. Meninggalkannya tertinggal di belakang.


Sang Pejalan Jauh

Mata bulat itu.

Termangu aku melihatnya pergi. Tanpa basa-basi. Hanya sekilas senyuman tanpa embel-embel percakapan.

Biasanya tidak begitu. Kenapa kamu?

Mendadak menyadari sesuatu. Ada jarak terbingkai di mata bulat itu. Ia memilih pergi dan tak menungguku. Kurasa adil, setelah sekian lama ia setia menanti rasaku.

Aku bukannya tak tahu, hanya saja hati dan kepalaku dipenuhi Si Kemayu.

Angin dingin senja hari menyusup ketulangku. Mewartakan mendung kelam di langit akan segera memuntahkan hujan. Aku bergegas pulang. Dan menyadari satu hal, aku sendirian. Masih akan sendirian. Entah sampai kapan. Tanpa setangkup mawar yang kuimpikan jadi kawan seperjalanan.



May 11, 2010; 06:32

Still hearing Andy McKee


pic taken from : http://www.flickr.com/


Wednesday, June 9, 2010

Free Babies Wallpapers, Cute Baby Pictures, Sweet Babies Photos, Images

Today Babies are the sweetest gift of lord and a favorite subject for photography.Every One love cute and innocent babies , while seeing them you find great level of happiness and beautiful feelings, that’s why we shared few different Cute and Sweet Free Baby Photos, Funny Babies Picture, babies wallpapers for you! Babies always looks sweet when they reacts differently and do some silly things as well. Sweet Babies are always love to be with them. Here is a collection with funny baby Photos and hilarious children and kids photos. In these blog, you can find Free Babies Wallpapers, Cute Baby Photos, Sweet Babies Pictures, Babies are really funny!


Indian Mehndi Designs, Pakistani Mehndi Designs, Bridal Mehndi Designs

Mehndi is a symbol of love. Mehndi is served as symbols of status, religious significance, marks of fertility, pledges of love, talismans for protection, and marks of slaves and convicts. Mehndi is an art from Indian traditions. Mehndi is the application of Henna as a temporary form of skin decoration in South Asia, the Southwest Asia, North Africa and the Horn of Africa, as well as foreign communities from these areas. Here is the Latest & Beautiful Collection of Mehandi Designs, Wedding Mehandi Designs, Bridal Mehandi Designs, & Shaadi Mehndi Designs. Here you can also get information about Mehndi design and Mehndi styles photos and also see Free collection of Mehndi designs, henna/mehdi designs, Bridal Mehndi designs for girls.

Monday, June 7, 2010

SANG PEJALAN JAUH PART 10




Senang juga melihatnya datang. Sudah lama tak bersua. Banyak perubahan padanya. Bukan hanya muka yang tampak lebih dewasa tapi juga pola pikirnya. Pengalaman hidup rupanya berperan menjadikannya sedemikian rupa.

Ha oh ya, ia juga lebih tambun dari yang kuingat. Bila duduk nampak ada yang menyembul di balik kausnya. Ular naga, katanya bercanda tiap kali seseorang menyentil gelambir di perutnya. “ Beginilah. Terlalu banyak makan fastfood dan jarang olahrga,” cetusnya santai mendengar celetukan kecil sang kakak atas bentuk tubuhnya sekarang.

Kok tahu? Iya, sebab jika kemari ia suka duduk bersamaku dan menceritakannya di laptop itu. Lantas di posting di blog pribadi yang kini jarang diambahi.

Sibuk, banyak waktu dihabiskan dijalan. Nggak sempat lagi ngurusin yang begituan. Begitulah alasan yang terlontar seiring dengan kesibukan kerja yang sulit ditinggalkan. Tapi ada satu yang tak berubah. Kesukannya memetik gitar. Kapanpun ada kesempatan. Seperti sekarang.

Seuntai lagu mellow mulai dimainkan. Dua tahun lampau lagu itu diciptakan. Lukisan seluruh keperihan sewaktu kekasih melepaskan jalinan tangan. Ia ingat malam-malam itu ia habiskan tanpa arah. Berkawan sunyi dan denting gitar. Meluapkan seluruh kedukaan. Disaksikan gemintang dan desau angin malam. Berbumbu kegetiran. Sedang saya? Cuma duduk diam mengawasinya tanpa berbuat apa-apa. Ingin juga mengelus rambut cepaknya, tapi tak saya lakukan. Buat apa? Lagian siapa saya? Bisa dikira hendak macam-macam kalau saya melakukannya. Padahal saya berharap. Ah, edan! Kenapa sih begitu? Psst, jangan bilang-bilang. Ini rahasia…saya memang naksir dengannya. Padanya atau permainan gitar ciamiknya? Entahlah, pokok men saya sukaaa.

Dia berhenti. Sekeping rindu melintas cepat-kemanakah ia sekarang, perempuan yang gelombang rambutnya pernah memakukan kerinduan? Tapi segera hilang. Digelontor himpitan rasa rindu lain yang susah di hadang. Pada kampung halaman, pada tanah basah dan bau hujan, pun pada kembang-kembang liar yang menghiasi pinggir sungai dan persawahan. Sejurus kemudian ia kembali tenggelam. Begitu asyik hingga tak memperhatikan sekitar. Kesepuluh jemari ia benamkan di senar-senar gitar. Menunduk serius pada nada-nada yang ia mainkan. Membiarkan orang-orang lalu lalang mendekat perlahan. Menikmati iramanya dan bergoyang. Dari sekedar anggukan hingga akhirnya terprovokasi untuk meliukkan badan. Semangat melingkupinya, jemarinya terus menari dihamburi ketukan sepatu dan jentikkan jemari dari sana-sini.

Tes...tes! Mendadak air langit turun menetes. Membuyarkan penikmatnya, pun ia yang tengah larut dalam keasyikannya. Berlari kecil ia menjauh. Tanpa sepatah kata atau sekedar lambaian saja. Sekilas nyeri merasuki hati. Selalu begini melihatnya pergi. Sekelumit harap bertahta di hati agar esok berjumpanya lagi. Di sini. Dan menikmati petikan gitarnya kembali. Ah, tapi tak mungkin. Sebentar lagi ia harus ke bandara. Mengejar penerbangan berikutnya. Kalau begitu kapan-kapan saja ya. Bila kau tiba.

Tes…tes…tes! Air langit kian meluap. Membabi buta membasah semak, pepohonan dan aku-bangku taman yang acap ia duduki saat senggang. Saat ia ingin menikmati kesendirian sembari melampiaskan rindu lewat denting gitar.

Thanks to petikan gitarnya Raka X-Man and Andy Mc. Kee (Rylynn)
May 3, 2010 ; 05;00

pic taken from http://musformation.com/

Sunday, June 6, 2010

Hot Lara Dutta Graces Cover of Marie Claire Magazine May 2010

hhhhhhhhh
Bollywood's hot and sexy actress Lara Dutta on the cover of Marie Claire Magazine latest issue of the May 2010 month. Lara has embarked on another path the road to stardom in Bollywood. Her debut film was Andaaz. She got the film fare award for Andaaz as a new comer. Here Lara Dutta says: "Nobody can do what I do", in the latest issue of Marie Claire. It is in this issue, wherein, this 'confident and sassy frame' girl gives a lowdown of what makes her what she is today: a top contender to the Numero Uno spot. in this issue, Lara Dutta talks about her age and the reality check with that. Check out here Lara Dutta on the cover of Marie Claire Magazine latest issue of the May 2010 month.

Saturday, June 5, 2010

LEWAT TENGAH MALAM

Kurasa kau benar hidup itu perjuangan. Bukan semata hadiah pemberian Tuhan.
Nikmati dan lakukan banyak hal agar saat kau pulang, kau bisa katakan pada-Nya ,'' Aku telah menggunakan waktu yang kau berikan.''
Lengkap dengan catatan harian seluruh rangkaian perjalanan, baik buruknya, getir manisnya.

Tapi kau benar juga saat berkata kita sering melewatkannya begitu saja. Menyesali kehidupan dan menyumpahinya. Menyalahkan Tuhan atas kegagalan kita. Lupa bahwa kitalah arsiteknya, seseorang yang mestinya dipersalahkan atas kerapuhan bangunan kehidupan kita.

"Bukalah tangan kecilmu, kembangkan. Lalu terbang. Jangan biarkan pikiran buruk jadi penghalang. Dunia maha luas, begitu banyak perubahan bisa kau lakukan lewat jari-jari tangan kecilmu."

Tengah malam melarut. Kulihat jam, kini sepertiga malam.
Sebentar lagi subuh datang. Terserah padamu apa yang akan kau lakukan dengan hidupmu. Kau bisa pilih, terus diam dalam kubangan yang sama atau bergerak sepijak demi sepijak.

*inspired the old film i saw

Friday, June 4, 2010

Free Desktop Wallpapers, Beautiful Background Wallpapers, Photos, Pictures

Today, No one can say that how beautiful earth is? God Create this earth & fill with really nice & beautiful colors so, it is looking so beautiful. World is a beautiful creation of God and we people are always appreciate beautiful things of the world. Here i am sharing collection of free desktop wallpapers, photos of different different types of backgrounds which is really vary nice & so, beautiful and also download beautiful background wallpapers, pictures for your PC and Mobile Phones.
Desktop wallpapers