Wednesday, February 20, 2008

AKHIRNYA…..

Photobucket

Pada suatu ketika akhirnya kau akan menemukannya
Teman seperjuangan menuju lautan lepas kehidupan
Yang pada matanya kau temukan keteduhan
Yang pada senyumnya kau temukan kedamaian
Yang karena tawanya membuatmu ingin pulang lebih awal
Dan menemukan kebahagiaan hanya dengan melihat untaian rambutnya lepas mengembang
Mungkin ia bukan yang paling maha
Tak terlalu luar biasa tetapi cukup manis saja
Tapi padanya kau temukan kasih sayang lewat secobek sambal untuk sarapan
Pada sepiring nasi goreng yang kadang terasa hambar
Pada semangkuk mie hangat lewat tengah malam
atau pada secangkir teh yang tak lupa ia suguhkan

Lalu pada suatu masa yang berjalan seperti hari-hari lainnya
Kau mungkin akan merasa bosan
Ditengah-tengah cinta panas yang mulai memudar
Pada kecerewetannya yang mulai tidak kau toleran
Pada kebiasaan aneh yang mulai terlihat menjijikkan
Disaat sekuntum bunga lewat dan menebar keharuman
Sebaliknya…
Ia pun mulai tak sabar dengan kejujuranmu yang dulu ia sukai
Pada kekeraskepalaanmu yang dulu ia kagumi
Pada umpatan kecilmu yang dulu tak dianggapnya beban, namun kini mulai terasa menyakitkan
Tapi seorang bijak mengatakan cinta itu patut diperjuangkan
Bahwa cinta takkan berkembang jika tak menemui kesulitan
Seperti anak sekolah, cinta pun akan naik kelas jika mampu melewati satu ujian

Maka dengarlah ucapan seorang perempuan paruh baya pada atas pertanyaan putrinya ,” apa yang bunda rasakan setelah sekian lama bersanding dengan dengan Bapak? Seperti apa cinta yang ibu rasakan kini? Masihkah sama seperti saat awal-awal berjuang? Bagaimana caranya bisa bertahan sekian panjang dalam kebersamaan?”
Dengan dibumbui senyuman sang ibu menjawab ,” Kami mungkin lebih seperti teman kini, teman berbagi dan berjuang mengarungi kehidupan, bersama sama membesarkan kalian, anak-anakku sayang.
Cinta kami tak seperti dulu, cinta itu kini menjelma menjadi cinta yang lebih berpengertian, bukan lagi cinta panas yang berpijar-pijar.
Kami mampu bertahan melampaui perjalanan panjang dengan terus belajar mengerti satu sama lain walau kadang dipenuhi ketidaksabaran.”

Photobucket


Maka jika kau berhasil melewati ujian kehidupan tentang rumitnya suatu hubungan yang dinamakan perkawinan
Kau akan tahu telah menemukan keping puzzle yang menggenapimu
Dan menyadari sesungguhnya ialah rumah yang kau cari, suatu tempat dimana hatimu berada
Meski saat itu ia tak lagi muda
Dengan perut bergelambir karena jarang olahraga
Dengan bobot tubuh yang terus merangkak naik
Dan tak lagi penuh gaya seperti dulu, sebelum tubuh rampingnya melahirkan belahan-belahan jiwa
Sebelum keriput dan kusam menyerbu kulit lembutnya


Done, 021107, 17.23
I watch, I hear, I learn, I write, I love it

A bunch of thanks for you all (Pasukan gokil dengan tawa onar Pake, Yuk Mul de-el-el, Ibu dengan cerita kehidupannyal) who telling me those story, its help me to catch the fire anyway. It flows in my head, bothering me a lot, so I can’t stop till I finish it…

There’s no perfect one in life, there’s no perfect relationship that we’ve been dreaming, we must working hard to make it till the time has gone
* tak ada seseorang atau hubungan yang sempurna seperti mimpi kita, kita harus berusaha keras mewujudkannya hingga waktunya tiba ( berpulang ke sisi Allah Ta’ala)

No comments:

Post a Comment